3 Perbedaan Animasi 2D dan 3D
Pertimbangan penting sebelum jadi animator

Sebagai salah satu media paling populer untuk dinikmati saat ini, animasi memiliki dua jenis dasar, yakni 2D dan 3D. Meski sama-sama ditujukan untuk beragam keperluan, nyatanya ada deretan perbedaan animasi 2D dan 3D yang paling dasar.

Ragam perbedaan dari dua jenis animasi ini juga bisa dijadikan pertimbangan untuk spesialisasimu di industri nanti. Penasaran dengan apa saja yang membuat dua bentuk animasi tersebut berbeda? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

Dimensi Dasar


Seperti namanya, animasi 2D tampil dalam bentuk dua dimensi. Dengan begini, pengukurannya terpaku pada panjang dan lebar dari worksheet yang digunakan pada satu canvas terkait. Hal inilah yang membuat para 2D animator hanya perlu fokus pada sumbu X dan Y pada proses produksi animasinya.

Lain halnya dengan 2D, animasi 3D muncul dalam bentuk tiga dimensi. Selain pada sumbu X dan Y, ada sumbu Z atau depth yang perlu diperhitungkan dalam proses pembuatan animasi. Perbedaan animasi 2D dan 3D inilah yang juga mempengaruhi dua perbedaan lainnya berikut ini.

Proses Produksi


Perbedaan animasi 2D dan 3D berikutnya terletak pada proses produksinya. Aspek ini erat sekali kaitannya dengan poin sebelumnya dan juga mempengaruhi poin berikutnya.

Animasi 2D sendiri diproduksi dengan digambar pada permukaan datar tertentu. Ragam gerakan yang akan dianimasikan tersebut dibagi dalam beberapa frame dan digambar dengan tangan. Meski sudah banyak software untuk mempermudahnya, frame pertama dalam animasi yang ingin kamu buat perlu digambar dengan tangan terlebih dahulu dan barulah digunakan software untuk membuat gerakan-gerakan berikutnya.

Berbeda dengan 2D, animasi 3D justru sepenuhnya dibuat menggunakan software melalui PC. Selain dasar-dasar animasi, 3D animator juga dituntut untuk memahami penggunaan deretan program dan fitur yang hadir dalam proses produksi 3D animation tersebut.

Hasil Akhir Animasi


Setelah memahami dua poin sebelumnya, perbedaan animasi 2D dan 3D yang paling kentara terlihat dari hasil akhirnya. Animasi dua dimensi umumnya tampil dengan hasil yang tidak terlalu nyata, bahkan cenderung cartoonish karena dimensinya yang datar.

Animasi 3D menghasilkan produk yang berbeda, di mana animasi yang ditampilkan tampak lebih realistis di mata. Hal ini dikarenakan animasi tiga dimensi memiliki volume dan bayangan, sesuatu yang tidak dimiliki oleh animasi dua dimensi.

Itulah deretan perbedaan animasi 2D dan 3D yang patut kamu perhatikan. Tiga poin tersebut bisa banget kamu jadikan pertimbangkan apabila di masa depan memutuskan untuk jadi professional animator dengan ragam karya menawan. 

Sign in to leave a comment
Mengenal Virtual Tour Lebih Dalam
Bagi kamu yang ingin liburan aman dari rumah